[copy-paste] SEJARAH VIDEO MUSIK DI INDONESIA

yup, gue copy-paste dari tulisan oom Denny Sakrie di situs rollingstone.co.id awal bulan lalu. karena ini penting buat gue, makanya gue pindahin aja di blog gue ini. biar gampang nyarinya. hee...
-------SEKILAS SEJARAH VIDEO MUSIK DI INDONESIA-------
[ kamis, 05/12/2013 18:50 wib | oleh: denny sakrie ]

Jakarta - Sejak beberapa waktu lalu dibenak saya sering berkecamuk pertanyaan seperti berikut ini:

"Kapankah video musik mulai hadir atau terlihat di negara ini?"
"Siapakah pemusik atau penyanyi yang dibuatkan video musik untuk pertama kalinya?"
“Lalu siapakah sutradara video musik pertama di Indonesia?"
Hingga detik ini belum ada sebuah kesepakatan tentang apakah video musik pertama dan siapakah sutradara video musik pertama di Indonesia.


Acapkali terjadi debat kusir yang panjang tentang asal muasal penggarapan video musik di negeri ini. Banyak komentar yang berseliweran tapi tanpa hasil yang memuaskan. Karena terus terang saya adalah orang yang tetap taat terhadap data yang kongkret dan sahih, tak sekadar mengira-ngira belaka.


Dan jika berbicara soal data maupun dokumentasi, maka bangsa kita inilah yang parah dalam hal pendataan. Pencatatan kerap dianggap bukanlah sesuatu yang penting dan esensial. Lagi pula kita sejak kecil terkadang kerap tak terbiasa dengan pencatatan. Harus jujur diakui kita tak memiliki disiplin dalam pencatatan yang ujungnya bermuara pada sejarah yang menjadi bukti otentik peradaban manusia.


Terkadang kita hanya menyimpan rasa iri dan cemburu terhadap data dan dokumentasi yang rapi dari bangsa-bangsa asing. Jangankan dokumentasi Elvis Presley maupun The Beatles, ikhwal sejarah industri musik tersimpan rapi dalam dokumentasi yang mengagumkan.


Kembali ke ikhwal sejarah pembuatan video musik di Indonesia, saya tetap gigih ingin menelusuri asal muasalnya. Saya rasa ini bisa ditelusuri, mengingat budaya video musik toh belum begitu lama. Setidaknya saya bisa berasumsi dengan penayangan video musik di medium televisi di negeri ini belum lah begitu lama.


Setidaknya, dalam pengalaman saya menonton TV, berkisar dalam kurun waktu dasawarsa 70-an hingga 80-an. Mulai dari zaman TVRI hingga TV swasta dan termasuk juga MTV yang mulai merebak pada paruh era 80-an.


Namun saya dengan segenap upaya berupaya melakukan riset kecil-kecilan tentang hal ini. Boleh jadi hasilnya mungkin berbeda atau malah keliru sama sekali, tapi toh dengan pembeberan atau pemaparan ini setidaknya bisa menjadi pemicu untuk penelitian yang lebih jauh dan mendalam lagi perihal sejarah video musik di negara ini.


Video musik memang merupakan salah satu tool atau perangkat menunjang pesan dari sebuah lagu dengan imbuhan penyajian secara visual. Kepentingan lainnya yang sangat signifikan adalah sebagai medium promosi terhadap sebuah lagu dalam konstelasi industri musik tentunya.


Televisi Republik Indonesia yang didirikan Pemerintah pada 24 Agustus 1962 merupakan media yang banyak mendukung industri musik. Banyak acara musik di TVRI yang pada galibnya mengangkat khazanah musik Indonesia seperti Gaja dan Irama, Nada dan Improvisasi, Kamera Ria, Aneka Ria Safari, Dari Masa Ke Masa, Irama Lautan Teduh, Musik Malam Minggu, Album Minggu Ini, Orkes Telerama, Orkes Chandra Kirana dan masih banyak lagi yang lainnya.


Dari siaran musik yang dikelola TVRI inilah para pemusik Indonesia secara perlahan membangun popularitas mereka secara maksimal. Pemunculan para penyanyi dan band di TVRI menimbulkan inspirasi bagi para seniman musik untuk tampil pula di layar kaca. Di TVRI sendiri terdapat acara Wajah Baru atau Kenalan Baru yang menampilkan penyanyi-penyanyi pendatang baru dalam dunia musik Indonesia. Untuk tampil di acara ini mereka harus melalui tahap audisi yang cukup ketat.


Pada paruh era 1970-an TVRI mulai bereksperimen menampilkan lagu dengan latar outdoor yang terlihat lebih alami. Boleh jadi ini merupakan embrio atau cikal bakal munculnya era video musik yang mulai marak di era 80-an hingga 90-an. Menurut Budi Schwarzkrone, lelaki berdarah Indo-Jerman yang saat itu menjabat sebagai pengarah acara di TVRI, video musik pertama yang muncul di TVRI adalah lewat penampilan penyanyi Ernie Djohan pada 1972 dengan menggunakan kamera Eclair 16 mm.


Tetapi, menurut Budi Schwarzkrone, yang bisa dianggap video musik utuh dengan memakai playback atau lip sync adalah video musik kelompok Panbers di tahun 1974 dengan memakai kamera Arriflex 16 BL.


Para pembuat video musik kemudian lebih memperlihatkan kreativitas yang lebih modern pada dasawarsa 1990-an seperti karya-karya Rizal Mantovani, Jay Subyakto, Dimas Djajadiningrat, Garin Nugroho, Ria Irawan dan beberapa nama lainnya.


Hingga memasuki akhir era 80-an dan masuk awal era 90-an, video musik ala TVRI ini bisa dianggap sebagai sebuah medium yang ampuh dan tetap mendukung popularitas karya cipta lagu dalam lingkup industri musik. Dan ketika izin beroperasi stasiun TV swasta dibuka pada akhir 80-an dengan resmi berdirinya RCTI, secara perlahan mulai mencuat aktivitas produksi video musik.


Di era yang juga sangat terpengaruh oleh keberadaan MTV, bermunculanlah sosok sosok muda dalam penyutradaraan video musik tersebut. Sebut saja nama-nama seperti Riza Mantovani hingga Jay Subiakto mulai unjuk kreasi dengan sederet video musik yang memiliki kadar kreativitas lebih modern.


Pada 1990 Jay Subiyakto memulai kiprahnya sebagai sutradara video musik. Adapun video musik pertama yang digarap lelaki kelahiran 24 Oktober 1960 itu adalah lagu “Pergilah Kasih” yang dinyanyikan almarhum Chrisye. Dalam catatan saya, “Pergilah Kasih” merupakan video musik pertama Indonesia yang ditayangkan di kanal MTV Asia yang saat itu berada di Hong Kong.


Pada 2008 Jay Subiyakto lewat video musik Anggun “Berganti Hati” tercatat sebagai video musik pertama Indonesia yang memakai kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR).


Nama kedua setelah Jay Subiyakto yang mencetak sejarah dari generasi MTV adalah Rizal Mantovani yang memulai debut pembuatan video musik pada 1993 lewat single “Ku Ingin Kembali” dari rapper Iwa K.


Munculnya para pembuat video musik di era 90-an ini membawa paradigma baru dalam sisi kreativitasnya. Kini video musik telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam gugus musik Indonesia, selain untuk kepentingan promosi lagu, video musik juga merupakan cabang seni yang memiliki elemen-elemen artistik yang sangat kuat dan berkarakter.


Dan para pembuat videoklip pun kian banyak bermunculan seperti Oleg Sanchabakhtiar, Dimas Jayadiningrat, Eko Kristianto, Agung Sentausa, Taba Sanchabachtiar, Platon hingga ke generasi yang lebih muda seperti Renny Fernandez maupun Anggun Priambodo.


 *----------*

pertanyaan oom denny sama persis muncul, pas gue hadir di acara ruangrupa tahun 2011. judul acaranya "25 inspiring music videos in indonesia 2001 - 2011"- karya GIF gue ikut dipameran itu juga- yang digelar di taman ismail marzuki jakarta. lewat tulisan oom denny, sangat menjelaskan apa yang selama ini gue cari.

tengs, Oom. sehat dan sukses selalu.

others